Jika Anda pernah merasa ruam, gatal atau gejala khas alergi lainnya ketika mengonsumsi makanan tertentu, mungkin saja Anda alergi dengan makanan tersebut. Jika setiap Anda mengonsumsi roti, gandum, sereal atau pasta mengalami gejala yang sama, kemungkinan besar Anda termasuk alergi gluten.
Gluten adalah protein yang biasanya ditemukan pada biji-bijian seperti gandum. Untuk mencegah alergi tersebut muncul, maka Anda perlu mengonsumsi makanan yang bebas gluten atau mengonsumsi makanan yang terbuat dari tepung gluten free.
Lalu, apa saja jenis tepung gluten free yang bisa dijadikan alternatif pengganti tepung gandum? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Mengenal Gluten Free pada Makanan Olahan dan Manfaatnya Bagi Tubuh
Jenis Tepung Gluten Free
1. Tepung beras
Pilihan pertama ada tepung beras sebagai pengganti tepung gandum. Tepung ini terbuat dari beras yang digiling dan dihaluskan hingga menjadi tepung. Jika dilihat sekilas, tepung ini memiliki tekstur yang halus dan lembut dibandingkan tepung ketan. Warnanya juga lebih bersih dan putih. Beberapa makanan yang bisa diolah menjadi tepung ini, seperti kue lapis, putu ayu, dan kue apem.
2. Tepung almon
Tepung almon terbuat dari kacang almon yang dihaluskan sehingga memiliki tekstur yang halus dengan sedikit rasa manis. Tepung ini bisa menjadi pilihan untuk tepung bebas gluten sehingga aman untuk Anda yang alergi gluten.
Melansir dari hellosehat.com, dalam tepung almon mengandung beberapa kandungan yang baik untuk tubuh, seperti serat, protein, lemak sehat dan rendah karbohidrat. Biasanya tepung ini banyak digunakan untuk membuat muffin, pancake, kue dan roti.
3. Tepung sorgum
Tepung sorgum berasal dari biji sorgum, yaitu tanaman biji-bijian yang mengandung berbagai gizi penting, serat dan protein. Tepung ini memiliki rasa yang nutty dan sedikit manis sehingga cocok untuk makanan yang bebas gluten.
Tepung sorgum biasanya digunakan sebagai bahan dasar campuran tepung bebas gluten dikarenakan memberikan tekstur yang padat dan kaya pada makanan.
Selain itu dalam tepung sorgum juga mengandung antioksidan yang baik untuk pencernaan dan kesehatan tubuh.
4. Tepung hunkwe
Tepung hunkwe mungkin cukup asing untuk beberapa orang. Tepung ini terbuat dari sari pati kacang hijau yang diproses dengan cara diendapkan dan dikeringkan menggunakan proses khusus.
Teksturnya lebih kasar dibandingkan tepung terigu, warnanya putih dan memiliki aroma harum yang khas. Ketika diolah menjadi adonan, teksturnya lebih kenyal dan lentur. Beberapa olahan makanan yang biasanya dibuat dari tepung ini, seperti kue cente manis, es cendol dawet, dan kue lapis.
5. Tepung mocaf
Mocaf merupakan singkatan dari modified cassava flour yang berarti tepung dari hasil olahan singkong yang dimodifikasi menggunakan teknik fermentasi dengan mikroba.
Walaupun menggunakan singkong, akan tetapi warna yang dihasilkan lebih putih dibandingkan tepung gaplek. Tepung gluten free ini juga bisa digunakan sebagai pengganti tepung terigu.
6. Tepung ketan putih
Sesuai dengan namanya, tepung ini menggunakan ketan putih sebagai bahan dasarnya yang dihaluskan dengan cara digiling. Seperti hasil olahan ketan pada umumnya, makanan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan tepung beras. Beberapa olahan makanan yang dibuat dari tepung ini, seperti lemper, klepon, dan lupis ketan.
7. Tepung ketan hitam
Masih sama menggunakan ketan, namun jenis yang digunakan adalah beras ketan hitam. Proses pembuatannya juga tidak jauh berbeda dengan tepung ketan putih. Beberapa olahan makanan yang bisa menggunakan tepung ketan hitam, seperti gemblong ketan hitam dan bolu ketan hitam.
8. Tepung sagu
Tepung sagu berbeda dengan tepung tapioka yang terbuat dari singkong. Tepung ini terbuat dari pohon sagu yang diambil bagian tengahnya, kemudian dihaluskan, dicampur dengan air dan diendapkan.
Hasil endapannya akan dikeringkan untuk dihaluskan kembali menjadi tepung. Untuk teksturnya hampir sama dengan tepung tapioka. Namun, tepung sagu teksturnya lebih kering. Beberapa makanan yang biasanya menggunakan tepung ini, seperti ongol-ongol sagu, kue rangi, serta makanan olahan tradisional khas Timur.
9. Tepung kentang
Tepung gluten free selanjutnya bisa terbuat dari kentang yang memiliki 2 jenis tekstur berbeda, yaitu tepung kentang halus dan kasar. Tepung ketan halus bisa Anda gunakan secara langsung. Sedangkan tepung ketan kasar perlu dilarutkan terlebih dahulu dengan sedikit air. Biasanya digunakan seperti pada pancake, perkedel dan donat.
10. Tepung talas
Sesuai namanya, tepung ini menggunakan umbi talas sebagai bahan utamanya yang dihaluskan, dilarutkan dan diendapkan. Hasil endapannya kemudian dikeringkan sampai menjadi tepung yang halus.
Tepung ini memiliki warna putih agak kecoklatan. Beberapa makanan olahan yang biasanya menggunakan tepung ini seperti, donat, bolu lapis talas hingga es krim talas.
11. Tepung kelapa
Tepung ini terbuat dari daging kelapa yang dikeringkan kemudian digiling sampai halus. Jenis tepung gluten free ini memiliki rasa khas kelapa yang kuat dengan tekstur yang lembut dan kaya serat serta lemak sehat.
Oleh karena itu, tepung kelapa banyak digunakan sebagai pilihan untuk Anda yang sedang diet rendah karbohidrat atau keto.
12. Tepung oat
Tepung oat terbuat dari oat yang dihaluskan dengan cara digiling dan memiliki tekstur lembut serta rasa yang sedikit manis. Biasanya banyak digunakan untuk kue, pancake atau muffin karena hasilnya lebih lembut pada adonan.
Selain bebas gluten, tepung oat juga kaya dengan serat terutama beta-glukan yang baik untuk kesehatan pencernaan dan jantung.
13. Tepung jagung
Tepung jagung atau banyak dikenal dengan tepung maizena, terbuat dari biji jagung yang dihaluskan. Tepung ini termasuk dalam gluten free sehingga aman dikonsumsi untuk Anda yang intoleransi gluten.
Tekstur tepung jagung memiliki tekstur yang halus dengan rasa netral, sehingga tidak mengubah rasa asli makanan. Biasanya tepung ini banyak digunakan untuk membuat kue dan roti gluten free.
Beberapa pilihan tepung gluten free tersebut bisa Anda gunakan sebagai alternatif pilihan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung protein gluten. Sehingga Anda bisa lebih meminimalisir terjadinya alergi akibat konsumsi makanan yang mengandung gluten.