Spice Mix vs Dry Rubs, Apa Jenisnya dan Peluang Bisnisnya
Spice Mix vs Dry Rubs, Apa Jenisnya dan Peluang Bisnisnya

Penggunaan bumbu instan sangat memudahkan proses memasak yang lebih cepat dan praktis tanpa harus mengorbankan rasa. Tidak jarang ditemukan bumbu instan yang rasanya tidak kalah dengan bumbu konvensional. 

Dengan banyaknya produk bumbu instan di pasaran bisa menjadi tanda bahwa peluang bisnis bumbu masih sangat terbuka lebar. Salah satunya untuk spice mix dan dry rub yang dibutuhkan untuk masakan sehari-hari. 

Lalu, apa itu spice mix dan dry rub itu? Berikut penjelasannya. 

Baca juga: Perbedaan Spices vs Seasoning, Jenis dan Tips Penggunaannya

Pengertian Spice Mix dan Dry Rubs

1. Spice mix

Spice mix adalah campuran bumbu atau campuran rempah rempah yang biasanya digunakan dalam resep. Gunanya untuk membumbui bahan masakan dengan lebih praktis hanya menggunakan satu produk saja. 

Spice mix memiliki dua jenis yakni campuran bumbu basah dan bumbu kering. Dalam campuran bumbu basah, menggunakan sejenis cairan dan biasanya bahan yang digunakan seperti minyak dan/atau cuka, kecap dan mustard. 

Sedangkan untuk campuran bumbu kering, biasanya hanya terdiri dari kombinasi bumbu dan rempah. Spice mix kering yang paling sederhana adalah campuran bawang putih bubuk, bawang merah bubuk dan garam. Selain itu campuran garam dan merica juga spice miz yang paling dasar. 

Beberapa contoh spice mix atau campuran bumbu lainnya, seperti Chinese five spice, herbes de provence, chaat masala, Italian seasoning, Thai 7 seasoning, baharat, Lebanese 7 spices, zaatar, harissa, fajita, old bay, cajun seasoning, creole seasoning dan lainnya. 

2. Dry rubs

Rubs atau secara harfiah berarti balur adalah bumbu yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa masakan dengan membalurkan bumbu ke seluruh bagian permukaan daging. Biasanya daging yang digunakan seperti, sapi, kambing, domba, ayam hingga ikan. Jadi, dry rubs ini biasanya juga disebut sebagai bumbu marinasi namun dalam bentuk bubuk atau kering. 

Penggunaan dry rubs berguna untuk memberikan rasa, aroma, dan cita rasa rempah yang lebih khas untuk makanan yang akan dimasak. Cara menggunakannya juga cukup sederhana yakni dengan membalurkan dry rubs dengan bumbu lainnya jika dibutuhkan. Biasanya juga ditambahkan minyak agar mudah meresap kemudian didiamkan selama beberapa saat sebelum dimasak. 

Berbagai Jenis Dry Rubs dan Spice Mix 

Baik itu dry rubs dan spice mix memiliki jenisnya masing-masing, berikut penjelasannya. 

1. Jenis dry rubs

  • Rempah-rempah: Merica, lada, asam jawa, atau jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Selain itu juga ada bawang putih yang dihaluskan atau dalam bentuk bubuk dan kunyit untuk menghilangkan bau prengus dari daging kambing.  
  • Bumbu asam: Campuran dari cuka, wine, tomat, perasan jeruk bisa menghasilkan bumbu asam yang membantu agar tekstur daging menjadi lebih lembut. 

  • Bumbu susu: Susu dapat digunakan sebagai bumbu baluran untuk membantu agar tekstur daging menjadi lebih empuk. 

  • Bumbu enzim: Bumbu enzim dapat ditemukan pada buah-buahan seperti nanas, pepaya, hingga kiwi yang digunakan sebagai marinasi daging. 

  • Penguat rasa: Bumbu rubs ini menggunakan rempah-rempah atau bahan lainnya untuk membantu menguatkan rasa pada bahan makanan. Biasanya yang paling banyak digunakan adalah bawang putih, garam, dan jahe. 

2. Jenis spice mix 

  • Bumbu dasar putih: Bumbu dasar putih adalah campuran dari rempah bawang merah, bawang putih dan kemiri. Biasanya digunakan untuk memasak opor, lodeh, gudeg, soto dan oseng-oseng. 

  • Bumbu dasar kuning: Bumbu dasar kuning terbuat dari bumbu dasar putih yang ditambahkan kunyit sehingga berwarna kuning. Bumbu ini juga bisa ditambahkan rempah lain seperti, jahe, ketumbar, laos dan sereh. Biasanya banyak digunakan untuk membuat gulai, kari, pepes, pesmol, nasi kuning dan soto. 

  • Bumbu dasar merah: Bumbu dasar merah adalah bumbu dasar putih yang ditambahkan cabai sehingga warnanya menjadi merah. Terkadang juga ditambahkan beberapa rempah lain seperti, jahe, ketumbar, lada, dan laos. Bumbu ini banyak digunakan untuk membuat nasi goreng, sambal goreng, balado sampai sayur asem. 

  • Bumbu dasar oranye: Bumbu ini terbuat dari adas manis, bawang merah, bawang putih, jintan, jahe, kemiri, ketumbar, kunyit, lada hitam, dan lengkuas. Biasanya bumbu ini digunakan untuk membuat gulai, kari, kalio hingga rendang. 

Tren Bumbu Instan di Pasaran

Kebanyakan bumbu instan yang diproduksi oleh perusahaan FMCG atau Fast Moving Consumer Goods terus bersaing untuk memperebutkan pasar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya produk bumbu instan yang bisa ditemukan dipasaran. Bahkan ada juga bumbu instan yang bisa langsung ditaburkan di atas nasi hangat dan siap dihidangkan tanpa perlu proses memasak kembali. 

Melansir dari Compas, tren bumbu instan ini menghasilkan total revenue lebih dari Rp900 juta di Shopee dan Tokopedia pada periode 1-15 mei 2023. Salah satu pemain utama dalam industri ini adalah dari toko kecil yang mencatatkan angka penjualan sebesar 7.5K produk dengan revenue mencapai Rp44 juta. 

Toko kecil yang ada di Tokopedia ini menarik minat konsumen karena harga yang ditawarkan terjangkau dengan banyaknya pilihan produk bumbu instan berkualitas dari brand ternama. Dari data tersebut membuktikan bahwa data penjualan yang mendominasi pasar bumbu instan yakni dari toko kecil.

Secara langsung hal tersebut membuktikan jika sebagai pebisnis baru, Anda memiliki peluang besar untuk memulai bisnis bumbu instan menggunakan dry rubs atau spice mix. 

Dimana Bisa Produksi Dry Rubs dan Spice Mix yang Praktis dan Terjangkau?

Maklon bumbu Nutrisius bisa menjadi solusi bisnis bumbu instan Anda dengan produksi dry rubs atau spice mix yang lebih praktis dan terjangkau. Mengapa praktis? Anda tidak perlu membuat pabrik sendiri atau mengurus proses produksi sendiri karena akan kami bantu urus sampai selesai. 

Mengapa terjangkau? MOQ kecil mulai dari 100 kg saja sudah mendapatkan bumbu instan siap jual untuk kebutuhan bisnis Anda. Tertarik lebih lanjut? Lakukan konsultasi gratis sekarang!