Analisis Bisnis Warmindo Serta Analisa SWOT Untuk Kebutuhan Bisnis
Analisis Bisnis Warmindo Serta Analisa SWOT Untuk Kebutuhan Bisnis

Bisnis warmindo atau Warung Makan Indomie memang sudah sangat menjamur di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah dengan lingkungan industri dan pendidikan, biasanya warmindo akan mudah ditemukan. Hal ini karena peluang bisnis warmindo cukup menjanjikan untuk target pasar seperti mahasiswa dan pekerja. 

Mahasiswa dan pekerja umumnya lebih memilih mencari makanan yang cepat dan harganya terjangkau. Selain itu, beberapa kelebihan warmindo seperti buka 24 jam, banyak pilihan menu, serta mudah dijangkau membuat warmindo banyak dijadikan pilihan mencari makan disaat darurat.

Lalu, bagaimana jika dilihat dari sisi bisnis? Apakah dengan beberapa kelebihan tersebut sudah cukup untuk membuka bisnis warmindo dan mendapatkan keuntungan? Berikut adalah analisa bisnis warmindo yang perlu Anda ketahui. 

Rincian Modal Awal Warmindo

Tahap awal yang perlu Anda ketahui ketika ingin membuka bisnis warmindo adalah rincian modal. Biasanya besarnya jumlah modal yang dibutuhkan akan bergantung pada konsep yang digunakan. Jika konsep warmindo semakin fancy maka, modal yang Anda butuhkan juga semakin besar. Kemudian jika ingin menggunakan banyak menu, modalnya juga akan bertambah. 

Akan tetapi, pada umumnya modal awal yang dibutuhkan jika ingin membuka warmindo kurang lebih sekitar Rp17.000.000 juta. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan operasional selama enam bulan. Berikut adalah rincian biaya yang dibutuhkan. 

Nama KebutuhanJumlahHargaTotal
Kompor 2 tungkuRp300.000Rp300.000
Perlengkapan dapur1Rp1.500.000Rp1.500.000
Etalase dan kabinet1Rp500.000Rp500.000
Meja dan kursi5 setRp500.000Rp2.500.000
Telur40 kgRp22.000Rp880.000
Mie instan20 kardusRp90.000Rp1.800.000
Beras100 kgRp15.000Rp1.500.000
Sawi hijau100 ikatRp7.500Rp750.000
Air mineral isi ulang100Rp15.000Rp1.500.000
Bumbu dapur1Rp300.000Rp300.000
Es batu100Rp5000Rp500.000
Teh dan minuman sachet50 rentengRp10.000Rp500.000
Tagihan listik6 bulanRp750.000Rp4.500.000
Lain-lainRp500.000Rp500.000
TotalRp17.530.000

Jadi, setidaknya Anda membutuhkan modal Rp17.530.000 untuk membuka warmindo. Namun biaya tersebut belum termasuk biaya sewa tempat yang setiap lokasi akan berbeda-beda. Setidaknya biaya sewa lokasi berkisar antara Rp15 - Rp30 juta setahun. Jika Anda menggunakan halaman rumah untuk lokasi warmindo, maka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa tempat. 

Kemudian jika total modal tersebut, maka berapa keuntungan yang bisa didapatkan dari membuka usaha warmindo?

Estimasi Keuntungan Usaha Warmindo

Guna menghitung berapa banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari membuka usaha warmindo, maka Anda perlu mengasumsikan beberapa hal berikut:

  • Selama satu bulan Anda dapat menjual 300 bungkus Indomie
  • Estimasi harga menu Indomie dengan sayur adalah Rp7.500
  • Selama satu bulan, Anda dapat menjual 150 porsi nasi dan 200 biji telur
  • Estimasi harga menu nasi dan telur adalah Rp3.000
  • Selama satu bulan Anda dapat menjual 200 sachet minuman dengan harga Rp3.000 untuk setiap minuman. 

Dari estimasi tersebut, kemudian Anda bisa menghitung keuntungan dalam satu bulan yaitu, 

Nama KebutuhanJumlahHargaTotal
Mie goreng dan mie rebus300Rp7.500Rp2.250.000
Telur200Rp3000Rp600.000
Nasi putih150Rp3000Rp450.000
Minuman200Rp3000Rp600.000
Total pendapatanRp3.900.000

Jika dalam satu bulan, Anda mendapatkan pemasukan sebanyak Rp3.900.000 dari bisnis tersebut, maka selama enam bulan kurang lebih pemasukan yang didapatkan sekitar Rp23.400.000. Kemudian dikurangi biaya modal awal menjadi Rp23.400.000 - Rp17.530.000 = Rp5.870.000. Jadi, kesimpulannya laba atau keuntungan yang Anda dapatkan dari usaha warmindo selama enam bulan sekitar Rp5.870.000.

Melihat dari keuntungan yang didapatkan tersebut, membuka usaha warmindo akan sangat layak Anda pertimbangkan. Akan tetapi perlu juga diketahui apa saja kekurangan dan kelebihan dari bisnis ini sebagai cara naikin peluang bisnis warmindo.

Baca juga: Cara Buka Warmindo Serta Kelebihan Bisnisnya

Analisis SWOT Warmindo

Selain menghitung modal awal hingga keuntungan yang didapatkan dari bisnis tersebut, melakukan analisa SWOT juga dibutuhkan. Tujuannya untuk membantu mengidentifikasi peluang kompetitif guna meningkatkan penjualan. Dengan begitu, bisnis warmindo Anda bisa bertahan lebih lama dengan selalu mengikuti tren pasar. 

1. Strength (Kekuatan)

Modal yang cukup kecil dibandingkan bisnis lainnya, membuat usaha warmindo ini bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan. Selain itu biaya produksi juga termasuk rendah karena tidak membutuhkan peralatan khusus dengan harga mahal, cukup mengandalkan kemampuan memasak mie yang mana umumnya semua orang bisa lakukan. 

Sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk membuka bisnis warmindo mudah didapatkan, serta dari segi harganya juga termasuk terjangkau. Jika Anda tidak ingin menggunakan kursi dan meja lengkap, maka bisa menggunakan konsep lesehan untuk warmindo. Jadi Anda hanya membutuhkan meja saja untuk warmindo tersebut, sehingga secara langsung juga mengurangi modal. 

2. Weakness (Kelemahan)

Sayangnya selain ada kelebihan, tentunya ada kelemahan dari membuka bisnis warmindo ini. Dikarenakan bisnis warmindo termasuk bisnis UMKM dimana skala bisnisnya termasuk kecil, sehingga masih belum memiliki susunan standar operasional produk. 

Kebanyakan bisnis warmindo hanya dijalankan oleh satu sampai dua orang dimana dari segi komunikasi akan lebih mudah karena tidak terlalu banyak orang. Hal tersebut juga yang menjadikan pemilik bisnis ini tidak membuat standar operasional produk (SOP). Tidak adanya SOP ini dikemudian hari bisa saja menyebabkan kebingungan jika terjadi pesanan yang tidak biasa, misalkan jika ada yang melakukan pemesanan dalam jumlah banyak dan ingin dibungkus. 

Kelemahan yang selanjutnya adalah berhubungan dengan skala bisnis mikro dan menengah. Warmindo termasuk dalam skala bisnis UMKM dimana dari segi pemasaran akan cukup sulit karena tidak banyak orang tau. Selain itu, promosi bisnis UMKM biasanya masih terbatas pada jenis promosi konvensional dan dari mulut ke mulut. 

3. Opportunity (Peluang)

Kekuatan dari membuka usaha warmindo ini seperti daya beli masyarakatnya yang terus meningkat. Hal ini karena dari segi harga menu yang ditawarkan cukup terjangkau untuk kantong pelajar dan pekerja menengah. Selain itu, dari segi pebisnis sendiri adalah harga bahan bakunya yang termasuk terjangkau dan mudah untuk ditemukan di pasaran. 

Kekuatan selanjutnya adalah dari pemilihan brand mie yang sudah sangat dikenal masyarakat. Warmindo atau Warung Makan Indomie menggunakan mie Indomie sebagai bahan baku utama yang digunakan. Selain memiliki rasa yang khas, berbagai macam pilihan rasa mie yang dihadirkan juga memberikan peluang menarik banyak pelanggan. 

4. Threat (Ancaman)

Hal yang menjadi ancaman dalam membuka bisnis warmindo adalah banyaknya pesaing, terutama jika Anda memilih tempat yang strategis. Persaingan bisnis warmindo dapat dikatakan cukup tinggi karena Anda harus membuat inovasi dari hidangan mie. Selain itu, pelaku bisnis yang lain pasti juga memberikan harga yang kompetitif sehingga Anda dituntut melakukan hal yang sama.