Bagaimana Penggunaan Anti Kempal dalam Makanan?
Bagaimana Penggunaan Anti Kempal dalam Makanan?

Biasanya dalam proses pembuatan bumbu serbuk, seperti bumbu nasi goreng, bumbu mie goreng, bumbu tabur dan lainnya menggunakan anti kempal sebagai salah satu bahan pembuatannya.

Anti kempal merupakan bahan tambahan pangan yang memang sengaja ditambahkan guna menjaga kualitas dan mendapatkan karakteristik makanan yang diinginkan. 

Lalu, apa itu anti kempal dan bagaimana penggunaannya dalam makanan. 

Apa itu Anti Kempal?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan, anti kempal adalah bahan tambahan pangan yang berguna mencegah menggumpalnya bahan pangan kering seperti bubuk atau serbuk. 

Terdapat beberapa karakteristik, yaitu yang bisa menyerap air tanpa menjadi basah, mudah dicurahkan dan berasal dari bahan anorganik alami. Umumnya bahan anti kempal yang digunakan pada industri makanan seperti trikalium fosfat (TCP).

Anda tidak perlu khawatir karena anti kempal yang digunakan adalah yang telah terstandarisasi untuk kebutuhan pangan (food grade).

Baca juga: Mengenal Esktrak Ragi yang Digunakan Dalam Olahan Pangan

Kegunaan Anti Kempal 

1. Umur simpan makanan lebih panjang 

Jika semakin tinggi kadar air bahan pangan, maka produk tersebut bisa lebih rentan dengan pertumbuhan mikroorganisme. Kadar air yang tinggi tersebut akan memicu berbagai reaksi kimiawi yang tidak diinginkan seperti hidrolisis dan oksidasi. Kerusakan dari bahan pangan tersebut akan memperpendek umur simpan produk. 

2. Membantu menjaga kualitas bahan pangan 

Fungsi utama dari anti kempal adalah mencegah penggumpalan dan penyerapan air. Hal ini karena makanan kering yang menggumpal akan lebih sulit untuk diolah menjadi bentuk olahan makanan yang lain sehingga mutu produk akhir akan menurun. Oleh karena itu, solusinya menambahkan anti kempal.  

Cara Kerja Anti Kempal 

Mungkin Anda sudah pernah mendengar mengenai bahan pangan kering dalam bentuk bubuk atau tepung yang mudah menyerap air. Hal tersebut dikarenakan keadaan lembab dan uap air yang tinggi sehingga air bisa lebih mudah diserap oleh bahan pangan tersebut. 

Efeknya bahan pangan akan lebih mudah menggumpal atau mengempal. Kondisi tersebut tentunya tidak diinginkan karena dapat merusak karakteristik bahan pangan. Selain itu keadaan lembab akan memicu tumbuhnya mikroba atau jamur lebih cepat. 

Solusinya yaitu dengan penggunaan anti kempal yang berguna untuk memperlambat penyerapan uap air pada bahan pangan. Sehingga produk pangan dalam bentuk bubuk atau serbuk bisa lebih tahan lama jika dibandingkan dengan produk tanpa anti kempal. 

Cara kerjanya, partikel anti kempal yang menempel pada bahan pangan akan menyerap uap air di lingkungan sebelum diserap oleh produk pangan.