Penggunaan Bumbu Kaldu Jamur Untuk Masakan dan Manfaatnya
Penggunaan Bumbu Kaldu Jamur Untuk Masakan dan Manfaatnya

Bumbu kaldu yang digunakan sebagai penyedap rasa makanan bisa terbuat dari berbagai macam jenis. Daging ayam, daging sapi, hingga kaldu jamur yang cocok untuk vegetarian. Namun, masih belum banyak orang yang menggunakan kaldu jamur sebagai pengganti MSG atau sebagai tambahan penyedap rasa. 

Lalu, bagaimana penggunaan bumbu kaldu jamur ini dalam masakan? Berikut penjelasannya 

Apa itu Kaldu Jamur

Sesuai dengan namanya, kaldu jamur terbuat dari ekstrak jamur Saccharomyces cerevisiae. Jamur yang digunakan untuk kaldu jamur memang telah memiliki cita rasa yang gurih. Oleh karenanya, jenis kaldu ini akan lebih cocok Anda yang vegetarian atau kurang menyukai makanan dengan kaldu hewani.

Cara pengolahan kaldu ini yaitu dengan mengeringkan hingga menghaluskan jamur melalui beberapa proses agar bisa menjadi serbuk. Dalam hal bentuk dan juga tekstur, kaldu ini berbeda dengan kaldu sapi atau ayam. Bumbu kaldu ini biasanya berbentuk butiran panjang dengan warna kekuningan.

Kandungan Gizi Kaldu Jamur

Untuk sebagian orang, penggunaan kaldu jamur mungkin cukup jarang atau asing. Akan tetapi rasa kaldu jamur ini tetap gurih dan tidak kalah dengan MSG. Nutritional yeast merupakan bentuk ekstrak ragi dari Saccharomyces cerevisiae. Kaldu jamur ini ditanam selama beberapa hari dengan media yang mengandung banyak gula seperti tetesan tebu.

Dilansir dari FoodData Central U.S. Department of Agriculture, dalam 1 sendok makan atau 9 gram penyajian kaldu jamur mengandung gizi seperti:

  • protein: 5 gr
  • lemak: 0 gr
  • kalori: 34 kkal
  • karbohidrat: 3 gr
  • zat besi: 1 mg
  • kalium: 189 mg
  • kalsium: 5.04 mg
  • serat: 2 g
  • sodium 25 mg
  • vit B12: 22,8 mcg
  • vit B6: 7,62 mg
  • vit B3: 39,4 mg
  • vit B2: 7,41 mg
  • vit B1: 7,02

Akan tetapi, yang penting diketahui adalah setiap merek kaldu jamur mengandung vitamin dan mineral yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jika Anda ingin mendapatkan jenis kandungan tertentu, coba lihat pada informasi nilai gizi di kemasannya.

Manfaat Kaldu Jamur 

1. Sistem kekebalan tubuh meningkat

Melansir dari hellosehat.com, dalam kaldu jamur mengandung alfa-mannan dan beta-glukan, dimana kedua kandungan tersebut menurut penelitian dapat digunakan untuk membantu sistem kekebalan tubuh.

Bahkan dalam jurnal Food and Nutrition Sciences menjelaskan bahwa penggunaan kaldu jamur dapat menurunkan gejala flu hingga 25 persen. Namun, hal tersebut ditemukan jika konsumsinya setengah hingga satu sendok bumbu kaldu jamur dalam sehari. 

2. Terhindar dari kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 merupakan vitamin yang sumbernya dari produk hewani. Sedangkan, seorang vegetarian atau menjadi lebih rentan untuk kekurangan vitamin B12 alami.

Vitamin ini dibutuhkan untuk menjaga sistem saraf, metabolisme energi, produksi DNA hingga pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Jika didasarkan pada jurnal Nutrition Reviews, bumbu kaldu jamur yang kaya akan vitamin B12 mampu membantu memenuhi kebutuhan bagi vegetarian. 

Dalam 1 sendok  makan kaldu jamur, kurang lebih mengandung 33,8 mikrogram vitamin B12. Bahkan kandungan tersebut dapat memenuhi setidaknya 8 kali kebutuhan harian. 

3. Membantu menurunkan kolesterol

Dalam bumbu kaldu jamur juga terkandung beta glucan, yang mana bisa mengurangi kadar kolesterol. Hal tersebut ditunjukkan dalam sebuah penelitian dimana pengidap kolesterol tinggi, mengkonsumsi beta glucan sekitar 15 gr yang berasal dari kaldu jamur. Hasilnya, kadar kolesterol dalam tubuh dapat berkurang sebanyak 6%.

4. Kehamilan yang lebih sehat

kehamilan
credit:envato

Dilansir dari United States Preventive Services Task Force menyarankan agar wanita yang berencana untuk hamil bisa mengkonsumsi 400 hingga 800 mg asam folat per harinya. Tujuannya untuk mencegah kelainan bawaan hingga membantu tumbuh kembang janin. 

Selain itu, biasanya produsen bumbu kaldu jamur juga akan menguatkan dengan asam folat yang sekaligus menjadi supplemen tambahan untuk ibu hamil. Untuk penggunaan yang lebih aman lagi, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakannya.

Bahkan kaldu jamur untuk MPASI juga bisa Anda gunakan setelah melahirkan nanti dan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Anda bisa memilih produk yang tidak memiliki kandungan MSG.

Baca juga: 7 Pilihan Merek Kaldu Jamur Untuk MPASI

5. Terhindar dari radikal bebas

Paparan radikal bebas bisa saja menyebabkan kerusakan dalam sel tubuh. Salah satu caranya dengan konsumsi makanan dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan itulah yang nantinya akan membantu melawan kerusakan dengan cara mengikat radikal bebas. 

Kandungan akan antioksidan yang tinggi tersebut bisa didapatkan dari kaldu jamur bubuk, misalnya selenomethione dan glutathione. Kedua kandungan tersebut akan mencegah radikal bebas hingga menghilangkan racun.

Konsumsi kaldu jamur juga bagus untuk pertahanan tubuh guna meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti kanker dan jantung. 

6. Meringankan sindrom iritasi usus besar

Kaldu jamur berasal dari jamur Saccharomyces cerevisiae juga bisa berguna memmbantu meringankan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). Sebuah studi dalam World Journal of Gastroenterology menyatakan bahwa nyeri perut dan kembung dapat menurun dengan konsumsi 500 mg kapsul S.cerevisiae per hari selama 8 minggu.

Akan tetapi, penggunaan nutritional yeast sebagai obat untuk meredakan gejala pencernaan ini masih sangat membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

7. Membantu mengelola diabetes

Nutritional yeast termasuk dalam makanan dengan kandungan indeks glikemik yang rendah sehingga bisa membantu penderita diabetes untuk mengatasi kondisinya. Selain itu, jamur ini juga mengandung kromium yang berguna dalam mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Manfaat konsumsi kaldu jamur membantu dalam memastikan tubuh Anda bisa mendapatkan asupan kalium yang cukup. Hal ini karena kalium rendah sangat berhubungan dengan kadar glukosa tinggi dalam tubuh.

Baca juga: Mengenal Jenis Bumbu Kaldu Instan Untuk Ide Usaha