Dalam industri makanan dan minuman, penggunaan bumbu dan persia adalah hal yang biasa. Penggunaan bumbu dan/atau perisa adalah hal biasa dalam industri ini, penggunaannya bisa memberikan tambahan rasa pada produk atau minuman.
Akan tetapi, banyak juga yang menganggap jika baik persia atau bumbu memiliki fungsi dan bentuk yang sama.
Baca juga: Perbedaan Kaldu Bubuk dan Penyedap Rasa Untuk Masakan
Bedanya Bumbu dan Perisa Dalam Makanan
1. Bumbu
Masih banyak yang keliru mengartikan mengenai bumbu dan perisa yang digunakan pada makanan atau minuman. Bumbu atau seasoning adalah rempah-rempah yang ditambahkan dalam makanan yang tujuannya untuk meningkatkan atau bahkan mengubah rasa. Bumbu juga bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Contohnya, Anda ingin membuat bumbu masak rendang yang lebih praktis sehingga memilih menggunakan bumbu instan.
Bumbu yang digunakan nanti akan menyesuaikan serta mengoptimalkan perisa yang sudah alami ada dalam makanan atau minuman. Anda bisa menambahkan garam, guna memperkuat rasa asinnya.
Bumbu yang dimaksudkan bisa dalam bentuk herbal, rempah-rempah kering, merica, garam, atau saus-saus khusus.
2. Perisa
Perisa atau flavour keseluruhan sensasi atau kesan yang bisa diterima oleh indra manusia. Terutama didapatkan dari bau dan rasa pada saat produk makanan tersebut dikonsumsi. Perisa termasuk juga dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang banyak digunakan.
Ada dua jenis perisa, yaitu perisa alami dan buatan. Gula serta garam termasuk dalam perisa alami yang banyak digunakan.
Bisa dikatakan bahwa perisa sebenarnya adalah semua nuansa rasa yang ada pada satu suap atau tegukan, mencakup rasa manis, asin, pahit, asam dan umami. Biasanya perisa memiliki bentuk yang pekat, oleh karena itu hanya digunakan dalam jumlah terbatas.
Umumnya, perisa akan terbuat dari beberapa kombinasi buah-buahan, rempah-rempah, sayuran dan bahan-bahan lain yang bisa membantu.
Jenis-jenis Perisa Pangan
Melansir dari istanaumkm.pom.go.id, di Indonesia sendiri terdapat 3 jenis perisa yang umumnya digunakan, yaitu:
1. Perisa alami
Perisa yang satu ini terbuat dari bahan alami baik itu tumbuhan atau hewan dengan cara fisik atau ekstraksi, proses mikrobiologi atau secara enzimatik.
Contoh perisa alami seperti essential oil, essence, oleoresin, hidrolisat protein, dan semua produk dari hasil pemanggangan, pemanasan, dan pemecahan enzim.
2. Perisa identik alami
Perisa ini didapatkan dari bahan-bahan tumbuhan dan hewan namun secara kimiawi, yang mana flavorist akakn menggunakan bahan kimia sintetik untuk bisa menghasilkakn perisa identik alami tersebut sehingga di dalamnya memang mengandung beberapa bahan kimia.
3. Perisa artifisial
Perisa ini dibuat dengan cara meracik beberapa bahan kimia sintetik yang berguna untuk menghasilkan perisa seperti perisa alami. Walaupun komponen kimia dalam perisa artifisial berbeda, akan tetapi dalam segi karakteristik sensorinya sama halnya dengan yang ada di alam.
Jika Anda berminat untuk membuat baik itu bumbu atau perisa makanan, Anda bisa berpartner bersama kami, Maklon Bumbu Nutrisius. Kami bisa membantu Anda memproduksi bumbu bubuk atau perisa makanan serbuk untuk digunakan secara pribadi atau dijual kembali dengan brand Anda sendiri.
Hubungi Layanan Kami untuk konsultasi gratis lebih lanjut mengenai maklon bumbu bubuk.