Cita rasa makanan akan bertambah apabila ditambahkan dengan penyedap rasa. Salah satu produk yang banyak digunakan untuk memberikan cita rasa sedap pada masakan adalah penyedap rasa, hingga kaldu bubuk.
Kedua jenis penambah rasa tersebut banyak digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan agar lebih enak. Terkadang ada yang menggunakan penyedap rasa saja, hanya menggunakan kaldu atau menggunakan keduanya.
Mungkin beberapa orang ada yang belum paham dengan apa perbedaan dari kaldu bubuk dan penyedap rasa, berikut penjelasannya.
Perbedaan Kaldu Bubuk dan Penyedap Rasa
1. Definisi
Perbedaan pertama dilihat dari definisinya, kaldu merupakan penambah rasa yang terbuat dari daging atau tulang ayam, sapi, ikan, hingga jamur yang direbus hingga sari-sari di dalamnya keluar. Kemudian ditambahkan campuran rempah untuk meningkatkan cita rasanya oleh karena itu disebut juga penyedap rasa.
Kaldu bubuk dibuat dengan cara mengeringkan kaldu cair hingga menjadi bubuk dengan cara teknik dehidrasi atau menghilangkan kandungan air di dalamnya.
Sedangkan ada bahan lain yang digunakan untuk memperkuat rasa dari penyedap rasa yang disebut penguat rasa. Penguat rasa merupakan monosodium glutamat (MSG) yang bisa digunakan untuk menguatkan rasa gurih dari kaldu.
Melansir dari Mayo Clinic, MSG sendiri merupakan penguat rasa yang biasanya digunakan pada masakan dan sayuran kalengan sebagai bumbu tambahan.
2. Kandungan bahannya
Kandungan bahan yang digunakan pada kaldu biasanya adalah bahan-bahan alami seperti daging dan tulang ikan, ayam, hingga sapi. Ada juga kaldu yang diperuntukkan untuk vegetarian yaitu yang terbuat dari sayuran dan jamur. Kaldu atau
Sedangkan dalam MSG mengandung bahan-bahan seperti asam glutamat, air dan natrium. Melansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asam amino yang menjadi zat utama dalam MSG merupakan zat yang sama dengan yang ditemukan dalam makanan alami sehari-hari, misalnya keju, tomat, daging, dan lainnya.
3. Penggunaannya
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyedap rasa berguna untuk memberikan rasa pada makanan. Suatu makanan bisa bertambah manis, asam, gurih dan lainnya. Biasanya penyedap rasa diberikan pada makanan yang memang tidak atau kurang memiliki rasa.
Sedangkan untuk penguat rasa, gunanya untuk memperkuat cita rasa makanan atau membuat makanan menjadi lebih sedap. Penguat rasa alami biasanya menggunakan cabai, sereh, bawang merah dan lainnya. Sedangkan untuk penguat rasa buatan contohnya Monosodium glutamat atau MSG.
Batas Aman Konsumsi MSG
Jika penguat rasa atau MSG terbuat dari bahan yang tidak alami atau buatan, lalu apakah aman untuk dikonsumsi? Dan bagaimana batas wajar penggunannya?
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 033 tahun 2012, konsumsi MSG diperbolehkan namun dengan takaran secukupnya. Aturan lainnya yakni Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. 23 tahun 2023, mengenai Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penguat Rasa yang menyatakan bahwa MSG bisa dikonsumsi dengan takaran yang sesuai.
Sedangkan berdasarkan WHO, asupan harian untuk MSG yang bisa diterima oleh tubuh adalah 0-120 mg/kg berat badan.
Jika Anda ingin mengurangi konsumsi garam atau penguat rasa pada masakan, maka bisa menggunakan kaldu bubuk tanpa MSG yang jauh lebih aman. Bahkan kaldu bubuk non-msg juga bisa dikonsumsi oleh anak untuk MPASI.