Salah satu yang membuat makanan menjadi lebih sedap dan nikmat adalah penggunaan bumbu. Bumbu yang dimaksudkan disini bisa berasal dari rempah-rempah atau penggunaan garam dan gula. Namun selain beberapa bumbu tersebut, ada juga yang dinamakan dengan MSG atau Monosodium Glutamat yang digunakan untuk penyedap rasa dalam makanan. Hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah MSG berbahaya jika digunakan untuk makanan atau masakan?
Dilansir dari UM Surabaya, Garam sodium dan asam L-glutamat merupakan komponen asam amino non esensial pada MSG yang mudah larut dalam air dan akan terdisosiasi menjadi kation garam sodium dan anion asam glutamat.
Baca juga: Cara Membuat Bumbu Kaldu Sapi Sendiri untuk Usaha
Apa itu MSG?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, MSG adalah salah satu penyedap rasa dengan bentuk yang seperti gula atau garam.
MSG ini terbuat dari tetes tebu yang sudah diekstrak kemudian dilakukan fermentasi. Perlu diketahui bahwa MSG atau micin ini berbeda dengan penyedap rasa. MSG nantinya akan berguna untuk memperkuat rasa. Sedangkan penyedap rasa digunakan untuk memberikan cita rasa baru pada makanan.
Bahaya MSG Bagi Kesehatan Tubuh dan Efeknya
Tidak semua orang menggunakan MSG untuk tambahan rasa makanan. Akan tetapi, tetap saja penggunaan dalam jangka panjang bisa menyebabkan bahaya penyedap rasa mengintai tubuh Anda. Dilansir dari hellosehat.com, berikut efek samping yang dapat terjadi:
1. Berat badan bertambah
Penggunaan MSG pada makanan cenderung akan menguatkan selera makan, dimana secara tidak langsung Anda akan mengkonsumsi lebih banyak makanan dari biasanya. Sehingga berat badan juga bisa jadi bertambah.
Akan tetapi efek ini tentunya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga tidak berlaku untuk semua orang.
2. Tekanan darah naik
Dalam MSG mengandung asam glutamat yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan melebar. Akibatnya, tekanan darah akan naik lebih dari yang biasanya.
3. Sakit kepala
Konsumsi MSG yang terlalu banyak bisa menyebabkan pembuluh darah yang melebar. Proses ini bisa menyebabkan aktivitas yang tidak normal pada syaraf otak. Hal ini juga seseorang yang terlalu banyak mengkonsumsi MSG akan lebih rentan terkena sakit kepala.
Jika hal tersebut terjadi secara terus menerus, bisa menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak yang bernama neuron. Sedangkan neuron ini penting agar otak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
4. Chinese Restaurant Syndrome
Kondisi seperti ini dapat terjadi jika Anda mengonsumsi micin lebih dari 3 gr per hari. Gejala yang bisa didapatkan dari kondisi ini cukup beragam seperti sakit kepala, nyeri dada, jantung berdebar, kesemutan, tubuh letih, mual hingga rasa kantuk yang berlebihan.
Selain itu, gejala yang muncul akan berbeda-beda mulai dari ringan sampai berat.
5. Asma
Dalam penelitian lain, konsumsi micin dengan takaran yang juga berlebihan bisa menyebabkan kambuhnya asma, terutama jika sensitif dengan MSG. Jumlah konsumsi micin sebanyak 3 gr sekali makan bisa menyebabkan asma.
6. Kerusakan ginjal
Melansir dari alodokter.com, sebuah penelitian menyebutkan jika konsumsi micin dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Akan tetapi, penelitian ini baru dilakukan pada hewan sehingga perlu diteliti lebih lanjut.
Namun, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda membatasi konsumsi micin untuk mengurangi dampak negatif MSG.
7. Dampak negatif bagi otak
Penggunaan MSG secara berlebihan dapat menyebabkan dampak yang tidak baik bagi otak. Di dalam MSG terdapat kandungan berupa glutamat yangh berguna menjadi neurotransmitter yang berguna merangsang sel syaraf dalam mengirimkan sinyal. Sedangkan kadar glutamat dalam MSG terlalu banyak.
Hal tersebutlah yang nantinya akan menyebabkan keracunan pada otak. Terutam jika konsumsi MSG dalam jangka panjang dan berlebihan.
8. Badan lemas
Dampak MSG yang selanjutnya adalah badan menjadi lemas. Meskipun penyedap rasa bisa memberikan energi dan semangat, namun jika dikonsumsi secara berlebihan justru dapat menyebabkan badan lemas.
9. Mulut tidak enak
Makanan yang menggunakan MSG atau micin memang membuat keinginan untuk terus makan. Akan tetapi dampak micin juga membuat mulut menjadi tidak enak karena after taste-nya. Hal ini karena sensasi umami yang tertinggal tidak langsung hilang karena sudah terlalu banyak mengonsumsinya. Solusinya dengan sesegera mungkin minum air putih.
10. Kerusakan sel saraf
Beberapa penelitian menyebabkan jika kandungan monosodium glutamat pada MSG dengan jumlah tinggi bisa menyebabkan racun bahkan kerusakan sel saraf. Bahkan juga disebutkan jika MSG bisa menyebabkan kerusakan fungsi otak hingga berbagai organ tubuh lainnya. Beberapa penyakit yang bisa disebabkan seperti penyakit Parkinson, stroke hingga Alzheimer.
Baca juga: Rekomendasi Penyedap Rasa Non MSG yang Juga Baik Untuk MPASI
Cara Mengatasi Efek Samping MSG
Cara untuk sepenuhnya mencegah efek samping MSG adalah dengan menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Jika efek yang disebabkan masih dalam tahap gejala ringan, mungkin efek sampingnya masih bisa dilakukan dengan membatasi konsumsinya.
Selain cara tersebut, ada tips lain guna mencegah efek samping MSG yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Konsumsi banyak air putih
Cara ini bisa digunakan untuk membantu Anda tetap terhidrasi dengan baik. Jika semakin banyak air yang diminum, maka ginjal akan semakin aktif. Ginjal bisa membantu untuk mengeluarkan MSG, sama halnya seperti mengeluarkan racun dalam tubuh.
2. Hindari minuman dengan kandungan sodium
Kandungan sodium tidak hanya terdapat pada makanan saja, akan tetapi Anda juga bisa menemukan sodium pada minuman. Beberapa contoh minuman yang mengandung sodium seperti minuman olahraga, minuman berenergi, soda bahkan jus sayuran.
3. Hindari mengonsumsi natrium
Natrium bisa mempengaruhi kemampuan dalam menyerap air. Dalam kata lain, tubuh akan menahan air. Retensi air memungkinkan MSG dalam menolak dikeluarkan dari tubuh.
Dari 10 bahaya MSG bagi kesehatan diatas, bisa dikatakan bahwa MSG menjadi berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan dalam jangka panjang. Oleh karenanya, Anda dapat menggunakan beberapa jenis penyedap rasa tertentu tanpa kandungan MSG.
Maklon Bumbu Nutrisius dapat membantu Anda untuk membuat bumbu instan non MSG yang lebih aman digunakan untuk semua kalangan. Bahkan penyedap tanpa MSG juga jauh lebih aman digunakan MPASI.
