Bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan, disarankan untuk mulai diperkenalkan dengan makanan padat atau bisa disebut dengan MPASI. Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi tahapan yang penting untuk perkembangan bayi, selain itu kaldu biasanya menjadi elemen dalam memperkenalkan rasa makanan.
Akan tetapi tidak semua kaldu dibuat dengan rasa yang sama. Ada beberapa jenis yang lebih sesuai untuk bayi dibanding yang lainnya. Lalu, bahan apa saja yang bisa digunakan untuk kaldu MPASI? Berikut penjelasannya.
Jenis Kaldu Untuk MPASI Bayi
1. Kaldu jamur
Jika anak termasuk yang alergi dengan daging ayam maupun sapi, kaldu jamur bisa menjadi alternatif pilihan untuk MPASI. Meskipun tidak terbuat dari daging, namun jamur tetap bisa menghasilkan kaldu dengan rasa yang gurih. Selain itu, didalamnya juga mengandung nutrisi seperti mineral seperti selenium dan vitamin B.
Agar lebih sehat lagi, Anda bisa menggunakan jenis jamur organik yang segar agar lebih bebas pestisida. Untuk menambah cita rasa gurih dari kaldu jamur, bisa ditambahkan juga bahan seperti bawang putih dan bawang bombay.
2. Kaldu ayam
Kaldu untuk MPASI yang selanjutnya banyak dipilih dan dijumpai adalah kaldu ayam. Rasa dari kaldu ayam yang lembut dan kaya dengan nutrisi seperti kolagen, protein dan zat besi menjadi pilihan yang tepat untuk MPASI si kecil.
Akan tetapi, pastikan memilih daging ayam organik atau tanpa hormon. Tujuannya untuk meminimalkan risiko bayi terkena paparan bahan kimia berbahaya. Untuk menambahkan nutrisi yang lebih baik, coba tambahkan beberapa sayuran seperti wortel dan seledri ketika memasak kaldu ayam tersebut.
3. Kaldu sapi
Selain kaldu ayam, kaldu sapi juga bisa menjadi pilihan kaldu untuk MPASI. Dalam daging sapi mengandung zat besi dan sumber protein yang baik untuk bayi. Sayangnya kandungan lemaknya juga cukup tinggi sehingga kurang disarankan untuk bayi yang masih kecil. Jika Anda ingin menggunakan daging sapi, cari yang tidak mengandung lemak atau daging sapi utuh. Hindari juga memberikan kaldu sapi pada si kecil yang alergi dengan protein sapi.
4. Kaldu ikan
Kaldu ikan bisa menjadi pilihan alternatif jika Anda kesulitan mencari kaldu jamur, atau si kecil yang alergi dengan kaldu sapi. Kaldu ikan yang terbuat dari ikan cod atau ikan laut putih menjadi pilihan yang baik untuk MPASI si kecil. Ikan mengandung protein dengan kualitas tinggi dan beberapa nutrisi lainnya seperti selenium dan vitamin D. Akan tetapi, pastikan juga untuk memilih jenis ikan yang rendah merkuri atau jenis ikan yang bisa menyebabkan reaksi alergi pada bayi.
5. Kaldu salmon
Selain ikan cod atau ikan laut putih, kaldu yang terbuat dari ikan salmon juga bisa Anda gunakan untuk MPASI. Salmon merupakan ikan yang mengandung asam lemak omega 3 dimana nutrisi ini bagus untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi. Kaldu salmon memberikan rasa yang lezat dan nutrisi yang baik. Namun cara memasak atau mengolah salmon menjadi kaldu MPASI harus dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya agar salmon bebas dari logam berat seperti merkuri yang berbahaya bagi tubuh.
6. Kaldu sayuran
Pilihan kaldu untuk MPASI bayi yang terakhir adalah kaldu sayuran. Kaldu sayuran menjadi pilihan sempurna jika bayi alergi terhadap protein hewani atau vegetarian. Berbagai sayuran seperti wortel, bawang, seledri dan kentang dapat dijadikan bahan untuk membuat kaldu MPASI. Walaupun menggunakan sayuran, namun rasanya bisa tetap gurih dan lembut. Terutama kandungan nutrisinya juga lengkap, mulai dari vitamin hingga serat. Untuk manfaat yang lebih sehat, Anda bisa menggunakan jenis sayuran organik yang tidak mengandung pestisida.
Dari beberapa jenis diatas, selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mencari cara membuat kaldu ayam untuk MPASI, karena ayam menjadi bahan yang mudah ditemukan. Namun perhatikan jumlah takaran garam dalam kaldu untuk MPASI yang tepat.
Baca juga: Rekomendasi Penyedap Rasa Non MSG yang Juga Baik Untuk MPASI
Takaran Garam dalam Kaldu Untuk MPASI
Biasanya dalam kaldu MPASI terdapat penyedap yang digunakan baik itu berupa garam atau penyedap rasa. Namun karena MPASI adalah makanan pengganti ASI untuk bayi, dimana si kecil baru saja mengenal makanan padat, lalu apakah sudah boleh menggunakan garam atau penyedap untuk makanannya? Jika boleh, berapa takaran garam dalam kaldu untuk MPASI yang aman dan tidak berlebihan?
Bayi yang baru memulai MPASI sebenarnya tidak membutuhkan tambahan garam dalam makanannya. Hal tersebut agar bayi bisa menikmati rasa asli dari makanan yang diberikan. Alasan yang lain karena ginjalnya belum berkembang sempurna untuk mencerna makanan seperti orang dewasa.
Oleh karena itu, penggunaan garam sebagai tambahan pada kaldu MPASI sangat dibatasi. Berikut adalah takaran garam untuk MPASI per hari yang diizinkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):
- 6-12 bulan: <1 gr garam
- 1-3 tahun: 2 gr garam
- 4-6 tahun 3 gr garam
- 7-10 tahun: 5 gr garam
- 11 tahun ke atas: 6 gr garam
Untuk memudahkannya, 1 sdt garam kurang lebih sama dengan 2.000 gr garam. Sehingga jika asupan garam yang diperbolehkan kurang dari 1 gr, maka cukup gunakan sejumput jari saja. Atau pilihan lainnya Anda bisa menggunakan bumbu dapur sehat, seperti kaldu bubuk non-MSG yang penggunaannya lebih dikhususkan untuk bayi.