Contoh Penerapan Konsep Marketing Mix Mie Sedaap
Contoh Penerapan Konsep Marketing Mix Mie Sedaap

Strategi pemasaran menggunakan marketing mix, berarti menggunakan beberapa komponen yaitu, product, price, place, process, promotion, people, dan physical evidence. Setiap komponen tersebut akan saling terhubung dan berkesinambungan sehingga bisa mencapai tujuan marketing yaitu brand awareness hingga meningkatkan penjualan. 

Lalu, bagaimana penerapan konsep marketing mix tersebut secara langsung pada brand Mie Sedaap untuk menaikkan penjualan? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Penggunaan Marketing Mix Mie Sedaap, Pesaing Indomie di Indonesia

Penerapan Konsep Marketing Mix Mie Sedaap 

1. Produk (Product)

Dalam hal produk, nantinya akan mencakup semua hal yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan, misalnya varian rasa, desain, kualitas, ukuran kemasan, hingga bentuk kemasan. Produk tersebut juga bisa mencakup garansi, layanan hingga dukungan teknik yang diberikan perusahaan. 

Produk Mie Sedaap memiliki berbagai macam jenis varian produk yang bisa dinikmati oleh konsumen, mulai dari mie goreng, mie kuah, sampai mie dengan berbagai varian rasa daerah tertentu. Selain itu, ukuran kemasan yang digunakan juga sesuai dengan kebutuhan konsumen, seperti kemasan satu sachet hingga cup yang lebih praktis.

Bahan baku serta proses pembuatan juga diperhatikan oleh perusahaan guna menghasilkan produk yang berkualitas serta aman dikonsumsi. Desain kemasan, dibuat semenarik mungkin dengan berbagai ilustrasi dan warna yang menarik. Kemasan yang mudah dibuka juga sangat penting agar memudahkan konsumen ketika akan mengonsumsinya. 

2. Harga (Price)

Contoh penerapan strategi marketing mix yang selanjutnya adalah penerapan harga produk. Harga yang tepat sangat menentukan tingkat daya tarik produk oleh konsumen. Nantinya konsumen akan berpikir untuk membeli produk tersebut atau tidak, jika dilihat dari harga yang ditawarkan. 

Dengan menggunakan harga yang terjangkau, membuat produk Mie Sedaap dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari jurnal berjudul “Pengaruh Marketing Mix dan Culture Influences Terhadap Purchase Intention Konsumen Mie Sedaap”. Dalam penelitian tersebut menunjukkan 72% harga yang ditawarkan Mie Sedaap termasuk terjangkau. Hal tersebut diambil dari 100 responden secara acak. 

Mie Sedaap menggunakan strategi harga premium, di mana harganya lebih tinggi dibandingkan harga mie instan pada umumnya, namun masih terjangkau. Akibatnya, strategi ini membantu menciptakan persepsi produk yang lebih tinggi dibandingkan produk lain di mata pelanggan. Secara tidak langsung juga membantu meningkatkan keuntungan perusahaan. 

3. Promosi (Promotion)

Berbagai saluran media digunakan untuk promosi karena dibutuhkan untuk memperluas merek. Beberapa media yang digunakan Mie Sedaap untuk promosi atau kampanye seperti, media sosial, televisi, hingga billboard. Selain promosi secara tidak langsung, Mie Sedaap juga melakukan promosi secara langsung seperti memberikan promo di supermarket dan minimarket dalam bentuk diskon atau hadiah langsung. 

Akan tetapi, televisi menjadi media yang lebih sering digunakan untuk promosi. Mie Sedaap seringkali mengeluarkan iklan yang menarik guna menarik perhatian konsumen. Hal ini kemudian dibuktikan juga dari penelitian yang sama di mana tanggapan responden akan promosi yang dilakukan Mie Sedaap masuk dalam kategori baik dengan persentase sebanyak 74,46%. 

4. Tempat (Place)

Elemen tempat berarti lokasi atau saluran distribusi produk yang akan dijual pada konsumen. Hal ini cukup penting karena mempengaruhi ketersediaan serta aksesibilitas konsumen pada produk. Contoh penerapan marketing mix Mie Sedaap dalam hal tempat adalah dengan menempatkan produknya di berbagai minimarket, supermarket hingga toko kecil di Indonesia. Dengan begitu, konsumen lebih mudah untuk menjangkaunya. Selain itu, e-commerce juga digunakan untuk membantu menjangkau konsumen secara lebih luas. 

Mie Sedaap juga tidak hanya tersedia di kota-kota besar saja, melainkan daerah pedesaan juga. Hal ini karena perusahaan paham bahwa daerah pedesaan juga memiliki potensi yang tinggi dan kebutuhan sama dengan pasar di kota besar. 

5. Sumber Daya Manusia (People)

SDM menjadi bagian yang juga penting karena berhubungan secara langsung dengan kepuasan pelanggan. Elemen ini merupakan hal-hal yang berhubungan dengan orang-orang yang terlibat untuk menghasilkan produk serta memberikan pelayanan secara langsung pada pelanggan. 

Akan tetapi, pelanggan yang memberikan respon positif tidak hanya bergantung pada staff saja, akan tetapi juga bergantung pada bagaimana cara perusahaan menangani masalah atau keluhan dari konsumen. 

6. Proses (Process)

Penerapan marketing mix Mie Sedaap dalam hal proses adalah yang berhubungan dengan proses produksi serta distribusi produk. Proses pembuatan Mie Sedaap harus sesuai dengan standar keamanan pangan. Mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga penggunaan mesin produksi yang modern guna menghasilkan mie yang berkualitas. 

Setelah itu, dilakukan proses distribusi yang mencakup pengemasan produk hingga produk siap untuk dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia. 

7. Physical Evidence 

Elemen terakhir dalam marketing mix adalah physical evidence dimana berhubungan dengan tampilan visual dari produk yang ditawarkan. Dalam konteks Mie Sedaap, yaitu mengacu pada berbagai hal yang mempengaruhi penilaian konsumen terhadap produk tersebut. 

Salah satu contoh penerapan marketing mix Mie Sedaap adalah kemasan mie yang menarik perhatian konsumen karena menggunakan desain serta warna yang cerah. Selain itu, desain kemasan yang digunakan juga mudah dibuka sehingga memberikan pengalaman yang lebih mudah. 

Demikian informasi mengenai contoh penerapan konsep marketing mix oleh Mie Sedaap untuk bisa memasarkan produknya lebih luas.